JALAN-JALAN, MAIN-MAIN, MAKAN-MAKAN

Kegembiraan Family Gathering Attin Tour 2019 (1)

Patung Pancoran! Tugu Selamat Datang! Lampu merah! Tupai ada badai! Semua peserta bergerak cepat sesuai instruksi. Ketika disebut Patung Pancoran, masing-masing peserta meniru gerakan patung. Tubuh miring, tangan kanan menunjuk ke depan, tangan kiri ke belakang. Waktu disebut tupai ada badai, satu orang berjongkok, temannya melindungi. Berganti-ganti, dan peserta yang tidak kebagian, ditarik keluar.

Demikianlah keseruan awal paket outbound dalam rangkaian Family Gathering Attin Tour di Poeti Mountain Resort, Pamijahan, Bogor Barat, Sabtu-Minggu, 21-22 September 2019. Peserta berjumlah 85 orang, besar kecil, laki-perempuan, datang dari kantor pusat Gempol, Cipayung, hingga kantor cabang Cibubur, Depok, Soetta, Cilacap, dan Pati, Jawa Tengah. Seluruh peserta mengenakan kostum lengan panjang warna biru, corporate identity Attin.

Berangkat dari Kantor Pusat Attin Tour di Gempol, Cipayung, Jakarta Timur, jam 7.30, menggunakan 2 bus William warna oranye bercorak merah. Ustadz Thoufan Firdaus di bus 1 memimpin berdoa. Bus melaju masuk tol Jagorawi. Peserta menikmati panorama pagi, keluar tol di Sentul Selatan, belok kanan ke Jalan Baru, Bogor Utara, melintas di jalan layang. Koes Plus main sejak awal. Yok tarik suara, Yon dan Tony di gitar, Murry menggebuk drum.

Jarak sebenarnya dekat, sekitar 85 km. Namun perjalanan agak tersendat melewati terminal Bubulak. Jalan menyempit, dan angkot biru berderet di tepi jalan ke arah Kampus IPB Dramaga. Pantaslah kalau Bogor juga disebut Kota Sejuta Angkot. Melewati arah Desa Wisata Cinangneng, maju lagi, belok kiri. Jalan kian sempit. Syukurlah, pengemudi masih muda dan cukup terampil menyetir, meski kadang kadang menarik napas kesal.

Tiba di lokasi, turun, tarik napas. Panitia cekatan memidahkan semua barang ke depan restoran menggunakan mobil buntung kecil. Seluruh peserta langsung diajak masuk restoran. Sudah tersedia menu tradisional ikan nila goreng kering, balado jengkol, kering tempe, lodeh nangka muda, dan lalap labu siam, wortel, mentimun, dan daun muda jambu monyet. Semua tertib antre. Makanan berlebih. Usai makan langsung sholat dzuhur di mushola di bawah.

Usai sholat dzuhur, seluruh peserta diajak ke lapangan dan bersiap mengikuti outbound. “Melalui outbound bertema Team Building ini, saudara-saudara diminta membangun team yang solid dan kompak. Tim yang kompak akan memajukan Attin Tour ke depan agar lebih maju, lebih berkembang. Siaaap?” tegas Pak Untung, instruktur, anggota aktif TNI AL.
“Siaaap!” jawab peserta.
“Pak Atik ini tidak mendengar. Tuli. Ayo, jawab yang keras tegas. Kalian siaaap?!”
“Siaaaaappp!!!”

Ada enam jenis outbound yang mengundang gelak tawa sekaligus menguras tenaga. Masih di lapangan utama, peserta dibagi jadi 6 kelompok. Masing-masing harus tampil mengenalkan diri nama kelompok sekaligus yel-yel yang meriah. Nama-nama pun lucu, ada Ayam, Lotus, Matahari, Delapan Enam, tapi paling lucu nama kelompok Berak Lancaaar. Ketika main tembak-tembakan, justru ada 2 kelompok yang menembak diri sendiri alias bunuh diri.

Pindah ke lapangan kecil di samping office, untuk main Algojo. Kelompok Bejo melawan kelompok Cinta. Pras diminta tampil melawan Harto. Pras lebih cerdik, buka kaos dan sepatu lebih dulu. Mata ditutup kacamata kain hitam, benar-benar gelap. Mengikuti arahan teman-teman di luar ring, keduanya meraba-raba, berjalan belak-belok, mencari-cari plastik berisi air. Masing-masing mendapatkan sebungkus plastik berisi air, lalu memukulkan pada lawan.

Ketika kacamata kain dibuka, Harto basah kuyup, Pras basah sedikit. Susi diadu dengan Safina, dan sama-sama basah. Kelompok Cinta menang dengan skore 4-2. Pindah lagi ke titian tali dadung yang diikatkan ke dua pokok pohon. Naik dua orang saling bergandengan, di belakang teman menjaga kalau terjatuh. Beberapa pasang naik, meniti pelan, ternyata jatuh di pertengahan. Yuli dan Salamah bergandengan, meniti pelan. Berayun-ayun, dan jatuh juga.

Pindah ke tanah terbuka agak ke bawah. Game memindahkan 5 butir bola ke luar arena. Caranya? Cewek diikat tali pengaman, dikerek naik. Teman lain menarik ke kanan kiri untuk mengambil bola ke empat sudut dan ke tengah arena. Safina masuk siap minta dikerek, mulai pasang tali. Operator mencegah, takut dahan pinus patah karena beban. Akhirnya dipilih yang bertubuh mungil, ringan. Dalam tempo 25 detik berhasil mengeluarkan semua bola.

Geser ke kontur bawah seberang office. Ada empat palang bambu yang berkait tali saling tersambung ke gayung berisi air. Peserta ditutup kacamata kain gelap. Harus hati-hati melangkah mengikuti arahan teman di bawah gayung. Jika kaki menyentuh palang bambu, spontan air akan tumpah membasahi teman. Hati-hati melangkah, maju lagi, selangkah lagi. Kaki kiri melangkah, lanjut kaki kanan. Melangkah lagi, pelan aja dan … berhasil!

Senja makin turun, seluruh peserta diajak operator outbound ke tepi kolam renang. Sudah ditegakkan pipa paralon 3 inch yang berlubang-lubang keliling mirip suling. Bagian bawah rapat, bagian atas terbuka. Peserta jongkok menutup lubang-lubang suling itu dengan jari-jari. Peserta lain berjejer mengurutkan belahan paralon untuk mengalirkan air. Di awal ada yang mengisi air dari kolam renang pakai gayung, terus menerus. Pras berlari-lari bolak-balik mengontrol aliran air, memastikan air lancar dan masuk ke pipa tegak berisi bola oranye.

“Berhasil!”

Pras memungut bola, mengangkat tinggi-tinggi ke arah matahari yang makin turun. Inilah akhir dan puncak keseruan outbound tema Team Building hari pertama. Selain berkompetisi, juga bermaksud membangun kebersamaan tim kerja karyawan Attin Tour agar mencapai hasil maksimal. Lebih semangat dan hangat dalam melayani jamaah Attin Tour. Senja di kaki Taman Nasional Gunung Halimun sisi utara meremang, dan terdengar adzan maghrib.

“Allah Akbar, Allah Akbar!”
(bersambung)
–> Lanjut Kegembiraan Family Gathering Attin Tour 2019 (2)

Please Share :